Business Intelligence Underground

business intelligence
Most of the exercise in Business Intelligence Initiatives is underground – that is, down the tunnels of IT. To a lot of the enterprise, BI Is about the analytics software or dashboard they see on their desktop – they have little understanding if simply how much effort goes on behind the scenes to attach meaningful knowledge to these instruments and be certain that it is obtainable to them in a well timed manner. Jika dilihat dari pernyataan tersebut dapat diambil pengertian bahwa enterprise intelligence merupakan sebuah solusi dalam peningkatan kefektivitasan kinerja perusahaan, karena dapat mengelola dan mengubah data mentah yang dapat digunakan oleh suatu subjek dalam perusahaan untuk membantu dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang akurat.

Ada beberapa konsekuensi jika BI tidak digunakan secara optimal, di antaranya mengecewakan end consumer, lambannya Return on Funding (ROI) pada investasi teknologi informasi (TI), serta perusahaan kesulitan mengefektifkan aset mereka yang paling strategis, yakni informasi.

As soon as data has been cleansed of historical errors it must be maintained in a clear state going forward – this means locking down software program fields with tighter validations and coaching users to not just plug random text in wherever that’s accessible.

Yang harus dihindari, tidak sedikit implementor IT mengabaikan penelitian untuk mendefinisikan secara akurat information apa saja yang harus dimasukkan dalam aplikasi operasional BI. Akibatnya, mereka membuat kesalahan deadly dengan memaksakan pemasukan knowledge sebanyak yang mereka bisa.

Pada tahun 1989 dalam sebuah artikel terbitan Gartner, Howard Dresner menggunakan istilah Business Intelligence (BI) Dia menggambarkan istilah tersebut sebagai seperangkat konsep dan metode yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pembuatan keputusan dengan bantuan sistem yang berbasiskan fakta atau realita yang terjadi.
Lebih bagus lagi kalau Bapak sendiri yang kasih training. Biasanya di kategorikan dalam tiga tingkatan yang berbeda. Caranya dengan menyediakan informasi yang relevan dan mudah digabungkan dengan pengambilan keputusan dan proses formulasi strategi.

Pengertian Enterprise Intelligence

You will have heard about enterprise intelligence before however are you aware what this implies? Latensi ini memiliki tiga komponen, yakni latensi persiapan data (waktu yang diperlukan agar knowledge siap untuk dianalisis), latensi analisis (waktu yang dibutuhkan untuk men-obtain hasil dari operasi analytic), dan latensi keputusan (waktu yang dibutuhkan orang yang menerima hasil analisis untuk memahami tindakan apa yang harus diambil).

Contoh penerapan enterprise intelligence pada industri perbankan adalah customer relationship management, customer credit analysis, danger administration, bank card analysis, buyer segmentation, dll Peranan business intelligence dalam kegiatan bisnis dapat menyediakan layanan yang lebih private kepada pelanggan dan secara radikal meningkatkan kualitas servis dari bank tersebut.

KNOWLEDGE WAREHOUSE AND BUSINESS INTELLIGENCE Adrifairy

One space of business intelligence that’s getting increasingly more attention is resolution making. Komponen-komponen saling berinteraksi untuk memfasilitasi fungsi dasar business intelligence: mengekstrak information dari sistem operasional perusahaan, menyimpan knowledge yang sudah diekstrak kedalam datawarehouse, dan menarik information yang disimpan untuk berbagai aplikasi analisis bisnis.

Finally, Enterprise Intelligence makes use of data to create info that when introduced with expertise of the staff (by means of knowledge management) it may possibly then create specific knowledge, which may provide extra meaningful information-driven decisions than if one had been to give attention to a Enterprise Intelligence Systems alone.